Sabtu, 06 Juli 2013

BENCANA, KESALEHAN KULTURAL DAN KONSERVASI LINGKUNGAN


          Banjir
          longsor
          Gempa
          Firus flu burung

Alam rusak :

          Penebangan hutan sec. liar
          Penambangan yang merusak
           penghancuran situs budaya
          Buang sampah di sungai

Budaya hedonisme
          > Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia .
Budaya kapitalisme
          > kepercayaan terhadap segala aktiviti perniagaan yang melibatkan pencarian keuntungan secara maksima tanpa atau sedikit campurtangan dari kerajaan dan masyarakat.
Kekayaan Kultural Ramah Lingkungan
          Penataan desa adat masyarakat Bali yang bertumpu pada pembagian tiga lokasi (tri mandala) misalnya, merupakan pemanfaatan alokasi ruang hidup yang bersumber pada keharmonisan hidup. Satu sistem norma dan praktis penempatan kawasan disakralkan serta unit pendukungnya
          Penataan keraton Yogyakarta juga merupakan salah satu upaya pemanfaatan ruang yang bertumpu pada konsep kosmologis, sebagai cerminan kedudukan diri manusia (mikrokosmos) dalam konstalasi mikrokosmos.selain kaya filosofis sebagai simbol perjalanan hidup manusia dari kelahiran, anak-anak, dewasa, menikah hingga akhirnya meninggal dunia, sejatinya juga bernilai konservasi lingkungan

Konservasi lingkungan dalam aspek hayati diwujudkan keraton dengan menanam pepohonan
          berfungsi sebagai jalur hijau (green belt)
misalnya; pohon asem (tamarindus indica) dan pohon tanjung (mimisops alegi) ) ditanam sepanjang jalan dari kampung Mijen menuju gerbang keraton bagian selatan. Jenis pohon ini menggambarkan proses kelahiran sampai pada fase anak-anak.

EMPAT PROGRAM PENGELOLAAN BANJIR








EMPAT PROGRAM PENGELOLAAN BANJIR

Banjir merupakan bencana yang dialami oleh hampir semua wilayah di indonesia. Bencana ini tidak bisa dihindari karena memang sudah menjadi konsekuensi yang harus kita terima akibat dari sudah mulai rusakya lingkungan di sekitar kita.
Berikut ada beberapa program yang bisa dilakukan untuk pengelolaan banjir.
1.       menarik genangan air hujan ke sistem tata air
DI KOTA JAKARTA SEKARANG INI MASIH MENGGUNAKAN POLA Van Breen (PENGGAGAS KANAL BANJIR).DENGAN MENATA 13 SUNGAI DAN MEMBANGUN BANJIR KANAL BARAT DAN TIMUR.PADA PROGRAM INI MENCAKUP PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI, PEMELIHARAAN SITU REGULATOR DAN WADUK RETENSI SEBAGAI TERMINAL BANJIIR DALAM RANGKA STORM WATER MANAGEMENT

2.       MEMINDAHKAN IBU KOTA
Merosotnya daya serap air hujan Jakarta adalah pertanda beban pembangunan bangunan dan infrastruktur melampaui daya dukung lingkungan kota. Untuk tidak memperparah kondisi Jakarta, "gula-gula" pembangunan harus disebar ke luar kota. Salah satu contohnya seperti memindahkan Bandara Soekarno-Hatta ke Cengkareng atau juga memindah Kampus UI ke Depok.Beban kota hanya bisa dikurangi dengan menyederhanakan fungsi kota

3.       JASA PENDUDUK
Jika penduduk hilir ingin menghindari "banjir kiriman", selayaknya mereka dan pemda membayar "jasa memelihara ekosistem meredam banjir kiriman" kepada penduduk dan pemda di hulu. Jasa memelihara hulu sungai tidak gratis, perlu diberi nilai ekonomi melalui pajak, subsidi, retribusi, dan pungutan resmi sebagai koreksi pasar.

4.       mengefektifkan pelaksanaan program. UU Penataan Ruang Nomor 10 Tahun 1992
pelaksanaan program. UU Penataan Ruang Nomor 10 Tahun 1992 memberikan wewenang kepada pemerintah pusat memimpin perencanaan tata ruang yang mencakup lebih dari satu provinsi Guna menjamin keberlanjutan program pengelolaan banjir yang bersifat lintas sektor dan berjangka panjang multitahun, maka anggaran program seperti ini perlu diberi "kode bintang khusus" dalam APBN. Dan ditetapkan "penanggung jawab utama"

Sabtu, 29 Juni 2013

LONGSOR MENGHANTAM BANDUNG

          Sekitar 3 hari yang lalu, (8-9/4) "Tercatat 23 rumah rusak berat, 97 rumah terancam longsor dan 87 jiwa mengungsi akibat longsor di kecamatan Gununghalu, kecamatan Rongga dan kecamatan Cipongkor, kabupaten Bandung Barat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB,
                Tanah longsor ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (8/4) malam, dengan intensitas 50 mm selama berjam-jam tanpa henti. Selain itu, kondisi permukiman yang berada di tebing curam dan kondisi lereng yang dijadikan lahan pertanian semusim turut menjadi penyebab longsor.
                Penyebab utama longsor menurut Dr Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena disebabkan, curah hujan dan pengaruh aktivitas manusia. Permukiman dibangun di bawah lereng perbukitan dengan kemiringan curam hingga sangat curah, yaitu berkisar antara 40-60 derajat.
                Sebagian besar perbukitan dibudidayakan menjadi lahan pertanian tanaman semusim. Nyaris tidak ada hutan sama sekali. Hutan telah dikonversi menjadi lahan pertanian. Pengolahan tanaman semusim menyebabkan tanah menjadi gembur dan air mudah meresap ke tanah.
                Seperti halnya kejadian longsor di tempat lain, terjadinya sumbatan saluran atau genangan air di bagian atas bukit menjadi pemicu longsor. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Lapisan tanah menjadi jenuh dan di bagian tanah keras atau batuan menjadi bidang peluncur sehingga longsor dan menghantam rumah-rumah yang dibangun di bawah bukit. Tanaman keras yang ditanam di perbukitan umumnya adalah tanaman yang bukan berakar panjang sehingga menambah beban dari struktur tanah.
          Berdasarkan laporan masyarakat dan aparat di Kecamatan Cililin, pada 26/2/2013 dirasakan gempa yang bersumber dari gempa 5,3 SR yang berpusat di darat di barat daya Cianjur dan dirasakan hingga di Bandung. Kondisi ini dapat memberikan pengaruh terhadap berkurangnya kekuatan struktur tanah atau terjadi retakan tanah yang kemudian terisi air saat hujan sehingga memicu longsor.
          Lantas bagaimana solusi bagi masyarakat? BNPB merekomendasikan, idealnya memang relokasi. Tetapi ini sulit dilakukan karena berkaitan dengan mata pencaharian dan sosial budaya masyarakat. Relokasi adalah pilihan terakhir dalam penanggulangan bencana karena faktanya sulit masyarakat dipindahkan.
                  Di Indonesia terdapat 124 juta jiwa masyarakat yang di daerah rawan longsor sedang hingga tinggi yang tersebar di 270 kabupaten/kota. Artinya ada 124 juta jiwa yang berdiam seperti mirip di Cililin tersebut.
  Data di atas dapat di simpulkan terjadinya longsor itu karena,
l   Hujan yang terus menerus
l  Lereng terjal
l  Tanah dan batuan yang kurang padat dan tebal
l  Jenis tata lahan akibat sumber pertanian
l  Getaran atau gempa
l  Penggundulan hutan
l  Pengikisan
l  Erosi
l  Dan lainya yang di sebabkan terutama oleh ulah manusia yang kurang memperhatikan akibat dari kerakusan dan kecerobohan
         Maka sebagai penerus bangsa dan sekaligus untuk kehidupan yang lebih baik buat anak cucu kita, mari kita harus meencegah terjadinya longsor tersebut, diantarnya:
l  Jangan mencetak sawah dan membuat kolam air pada lereng bagian atas di dekat pemukiman, buatlah terasering/ sengkedan
l  Segera menutup retakan tanah dan dipadatkan agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan. (Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal.
l  Jangan menebang pohon di lereng atau pohon yang di gunakan untuk menahan air.
l  Jangan mendirikan permukiman di tepi lereng yang terjal dan di bawah lerng bukit, usahalah Pembangunan rumah yang benar di lereng bukit.
l  Jangan memotong tebing jalan menjadi tegak. Dan Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.

TAHAPAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR
l  Pemetaan
Menyajikan informasi visual tentang tingkat kerawanan bencana alam geologi di suatu wilayah, sebagai masukan kepada masyarakat dan atau pemerintah kabupaten/kota dan provinsi sebagai data dasar untuk melakukan pembangunan wilayah agar terhindar dari bencana..
l  Pemeriksaan
Melakukan penyelidikan pada saat dan setelah terjadi bencana, sehingga dapat diketahui penyebab dan cara penaggulangannya.
l  Pemantauan
Pemantauan dilakukan di daerah rawan bencana, pada daerah strategis secara ekonomi dan jasa, agar diketahui secara dini tingkat bahaya, oleh pengguna dan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tersebut.
l  Sosialisasi
Memberikan pemahaman kepada Pemerintah Provinsi /Kabupaten /Kota atau Masyarakat umum, tentang bencana alam tanah longsor dan akibat yang ditimbulkannnya. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara antara lain, mengirimkan poster, booklet, dan leaflet atau dapat juga secara langsung kepada masyarakat dan aparat pemerintah
KESIMPULAN DAN SARAN
l  Gunakanlah akal kita untuk berfikir lebih jauh bagaimana melakukan sesuatu yang timbulnya tidak berakibat fatal
l  Janganlah menebang hutan baik di lereng maupun di daerah yang resapan airnya kurang, karena peran hutan sangat penting buat menyerap air dan terjadinya longsor
l  Buatlah pemukiman pada daerah yang  jauh dari lereng atau sungai, karena dapat terjadinya rawan longsosungair

l  Bunglah sampah atau benda yang dapat menyumbat pada aliran sungai, sebab akan mengakibatkan tergenangnya air danberdampak pada longsor ataupun banjir

BAHAN BAKAR AIR UNTUK GENERASI YANG AKAN DATANG TEKNOLOGI BERBASIS HYBRID

Mengingat pentingnya penghematan bahan bakar pada saat ini, diperlukan
adanya inovasi baru bidang teknologi bahan bakar, saat ini telah ada Cell
Mobil Hybrid tapi harga dari teknologi ini tidak terjangkau oleh masyarakat
sehingga pemanfaatannya tidak banyak berpengaruh terhadap keseimbangan
lingkungan.
Menurut data dari BPPT,
       Pasokan gas di Indonesia hanya bisa bertahan sekitar 30 tahun,
       Pasokan bahan bakar batu bara sekitar 50 tahun, 
       Pasokan bahan bakar hanya bisa bertahan sekitar 11 tahun.
 Seperti kita ketahui bahwa Bensin dan Solar termasuk bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui, keberadaan yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.
Minyak menjadi barang mewah di beberapa daerah di Indonesia. Dan lebih buruk lagi, ketika harga minyak naik, harga kebutuhan hidup meningkat. Indonesia membutuhkan sumber energi terbarukan dan mengoptimalkan kualitas lingkungan. Teknologi Bahan Bakar Air merupakan salah satu solusi yang saat ini masih terus dikembangkan dan disempurnakan.
Sejarah Record:
2006 hingga 2008, teknologi bahan bakar air menjadi perhatian negara-negara pencinta bahan bakar yang efisien.
       Voll John Bosco di Palu, Sulawesi Tengah, telah berhasil menerapkan teknologi ini untuk sepeda.
       Ir. Winning FX Agus Santoso, Jogja, berhasil mendorong konsumsi bahan bakar hingga 15% dengan Air Fuel.
       Joko Suprapto di Nganjuk, Jawa Timur, berhasil menemukan teknologi biofuel (bahan bakar air laut).
BAHAN BAKAR AIR PADA KENDARAAN
       Hidrogen On Demand (HOD) atau Air Hybrid adalah teknologi hemat bahan bakar dengan campuran bahan bakar air murni, dan solar atau bensin,
       Proses pembakaran menjadi sempurna (tidak mencemari udara). Inti dari teknologi ini bergantung pada proses elektrolisis air ketika mesin kendaraan dihidupkan sehingga  akan menghasilkan gas yang dikenal sebagai pabrik gas coklat.  Dalam kimia, rumus berwarna coklat gas HHO (2 Hydrogen + 1 Oxygen).
       Gas Brown ( Gas Hydroxy ) dan pembakaran dapat menghasilkan ton energi yang hanya membutuhkan arus listrik yang relatif sangat kecil. Proses elektrolisis air, pembentukan gas HHO adalah kombinasi dari tiga faktor utama yang bekerja:
  1. Arus arus searah listrik (DC) yang mengalir melalui tiga komponen pekerjaan, kawat elektroda.
  2. Vortex magnet (pusaran magnetik) yang disebabkan oleh elektroda.
  3. Tekanan udara (vacumm) berasal dari mesin.
  4. Masuknya gas cokelat ke ruang pembakaran mesin, secara langsung akan meningkatkan tingkat atau oktan bahan bakar.
  5. Peningkatan angka oktan, tenaga yang dihasilkan akan lebih kuat, karena pembakaran menjadi lebih sempurna.
  6. Pembakaran piston jika yang lebih dekat ke pusat kematian atas (TDC) akan membuat gerakan piston tidak terganggu dan mesin menjadi lebih halus. Kesempurnaan api disebabkan oleh pembakaran lebih lambat.
  7. Singkatnya, teknologi gas brown dalam penerapan kendaraan memberikan kontribusi lebih untuk menormalkan sehingga mesin bekerja lebih efisien.
Kendaraan yang menggunakan bahan bakar air, memliki emisi gas buang rendah dan meningkatkan tenaga mesin.
Hanya dengan 4 liter air murni, Anda dapat meningkatkan efisiensi efisiensi bahan bakar kendaraan sebesar 50%.
Daya listrik sangat kecil AKI dapat memisahkan air menjadi gas HHO atau selain energi yang dihasilkan, akhir proses juga melepaskan air HHO gas memiliki kekuatan 3 kali lebih kuat daripada bensin.

Kesimpulan dan saran
Teknologi dengan proses elektrolisis air akan menghasilkan hasil gas brown atau HHO, terbukti  lebih aman, ekonomis, dan mudah dikontrol.

Pemerintah wajib memfasilitasi perizinan, bahkan bila perlu untuk memfasilitasi teknologi baru ini akan menjadi program dinamis dan menarik. Ketika Air Hybrid merupakan program nasional, banyak negara-negara asing untuk menghemat bahan bakar.

PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH TERNAK SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENGATASI KRISIS BAHAN BAKAR MINYAK ( BBM )

Dalam rangka mengatasi krisis BBM perlu kita pikirkan jalan keluarnya, salah satunya
 adalah
 membuat gas metan berupa biogas
 yang bahannya berasal dari kotoran ternak ,karena kotoran ternak selama
 ini hanya dijadikan sebagai pupuk kandang dan walaupun
sering kali menjadikan pencemaran lingkungan ditengah masyarakat sekitar.
Oleh karena itu biogan metan bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah
 dan gas elpiji  yang saat ini sulit di dapat oleh masyarakat, walaupun ada harganya
 sangat mahal sulit terjangkau oleh masyarakat. Dengan adanya program pemerintah
 ini, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kotoran ternaknya menjadi biogas
 untuk memasak makanan, air dan lain-lain yang ramah lingkungan. Biogas ini bukan
 hal yang baru karena sejak tahun 1900 India merupakan pelofor pengguna biogas
 sejak di jajah Inggris. Karena di berbagai negara seperti Inggris, rusia, Amerika,
 sudah lama mengunakan biogas dari kotoran ternak.
               
Jika kita menggantungkan terus pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas
sebagai energi utama tanpa mencari alternatip lain maka beban hidup akan semakin
 berat terutama masyarakat kecil pedesaan padahal ada alternatip yang mudah
dengan membuat biogas dari kotoran ternak. Pemerintah sudah saatnya
mengalokasikan sebagian dari pengurangan subsidi BBM untuk mengembangkan
biogas dari kotoran ternak keseluruh pelosak pedesaan.
Sudah saatnya pula kita berfikir dan berusaha mengembangkan kreatifitas untuk
 mengembangkan energi alternatip dari kotoran ternak, karena sudah banyak hasil
penelitian ilmiah yang berhasil. Kegiatan yang harus kita lakukan sekarang adalah
 mengaplikasikan hasil penelitian tersebut untuk kepentingan masyarakat.
 Usaha ini juga harus didukung dengan mengubah pola pikir masyarakat
untuk menerima kehadiran teknologi baru.
HASIL SAMPINGAN TERNAK
Ternak sapi, kerbau, kuda, ayam petelur, kambing banyak dipelihara oleh masyarakat
pedesaan sebagai usaha sampingan selain bercocok tanam. Limbah dari usaha tersebut
berupa limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, kulit telur,
 lemak, darah, bulu, kuku dan lain lainnya. Volume dan jenis limbah tergantung pada
 jenis dan banyaknya ternak yang dipelihara. Feses, urine, sisa makanan yang
 merupakan limbah utama dari ternak selama ini oleh masyarakat dimanfaatkan sebagai
pupuk organik. Pemanfaatan Limbah ternak selama ini belum optimal, karena sebelum
kotoran ternak itu dijadikan pupuk organik terlebih dahulu dapat diproses untuk
menghasilkan biogas dimana gas itu dapat digunakan untuk memasak menggantikan
 minyak tanah ataupun gas LPG.
Disisi lain, peternakan juga menjadi penyebab timbulnya pencemaran air, bau tak sedap,
 mengganggu pemandangan dan bahkan sebagai sumber penyakit. Kita ingat belum
lama ini dengan timbulnya wabah flu burung. Dengan adanya teknologi biogas seluruh
 permasalahan lingkungan akibat pencemaran dapat dikurangi.
PRINSIP PEMBUATAN BIOGAS
Prinsip pembuatan biogas adalah adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar adalah berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida, gas inilah yang disebut biogas.
                Bangunan utama dari instalasi biogas adalah Digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknya                
                 biogas yang diinginkan. Lahan yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat dan pipa paralon.
                Lokasi yang akan dibangun sebaiknya dekat dengan kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan kedalam digester. Disamping digester harus dibangun juga penampung sludge (lumpur) dimana slugde tersebut nantinya dapat dipisahkan dan dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
ISI DAN PEMBAHASAN
Beberapa kelompok masyarakat di Indonesia memang sudah mulai berhasil mengurangi ketergantungan kepada energi fossil atau energi konvensional.  Keterlibatan organisasi-organisasi non-pemerintah dalam mendampingi kreasi masyarakat itu membantu penyebaran pengetahuan dan keterampilan baru itu kepada kelompok-kelompok masyarakat lain.
Menurut perkiraan Energy Information Administration (EIA), pemakaian energi hingga tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil, yakni minyak bumi, gas alam dan batubara, termasuk di Indonesia. Meskipun, data Departemen ESDM menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi di Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun kedepan, sedangkan gas bumi masih cukup untuk 61 tahun lagi, dan cadangan batubara masih lumayan lama — 147 tahun. Selain itu, bahan bakar fosil mengeluarkan emisi karbon yang besar dan merupakan salah satu sumber utama pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim.
Pembuatan Biogas
Bio gas sangat mudah diproduksi. Bahan dasarnya berupa kotoran sapi diaduk ke dalam drum. Komposisinya setengah drum diisi kotoran sapi sebanyak kira-kira tiga argo (kereta dorong yang biasa untuk mengangkut bahan bangunan). Baru seperempatnya ditambahi air. Setelah komposisi itu terpenuhi, kotoran sapi dan air diaduk merata. Ampas kotoran dari rumput-rumputan yang belum halus oleh proses pencernaan di dalam perut sapi dipisahkan. Ini dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan saat dimasukkan ke dalam reaktor.
Cara kerja membuat biogas:
Mencampurkan kotoran sapi yang masih baru keluar dari anus sapi dengan air ( perbandingannya 1:1) di bak pencampuran / tempat yang telah disediakan.
setelah itu, campuran itu akan masuk ke dalam reaktor /digesternya dan disitu akan terjadi reaksinya.
gas yang dihasilkan akan tertampung dengan sendirinya melalui saluran pipa yang telah disambungkan ke tempat penampungan gas.
gas yang dihasilkan dapat dibakar dan menjadi api sehingga bisa digunakan untuk memasak.
JENIS JENIS PENGOLAHAN LIMBAH
1. Pengolahan Limbah Secara Fisika
Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.
2. Pengolahan Limbah Secara Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi),
3. Pengolahan Limbah Secara Biologi
Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:
1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);
2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).
Kesimpulan
Program pemerintah berupa bogas dapat di jadikan sebagai energi alternatif untuk jangka panjang terutama masyarakat pedesaan karena BBM semakin mahal. Limbah biogaspun dapat di manfaatkan sebagai pupuk organic dan juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
.Saran
Semoga pemerintah semakin menggalakkan program biogas dan memberikan subsidi kepada petani ternak agar meraka lebih menguasai teknik pembuatan biogas yang lebih baik.


MANFAAT MELAKUKAN AUDIT LINGKUNGAN

1.      Audit lingkungan merupakan alat manajemen, akan tetapi dapat juga digunakan sebagai alat dari badan pengatur dan setiap kelompok yang berhubungan dalam menilai kinerja lingkungan.
2. Audit lingkungan harus sistematis (bukan semarangan), didokumentasikan, berkala (bukan hanya sekali), dan obyektif (tidak menutupi kesalahan).
3. Audit lingkungan meningkatkan kinerja / performa.
4. Tujuan audit lingkungan adalah memberi kontribusi untuk mengamankan lingkungan.
5. Audit lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen.
6. Audit lingkungan berhubungan dengan menilai kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan persyaratan peraturan, akan tetapi juga dengan standar yang sesuai menurut pandangan manajemen.


      Audit lingkungan menyatakan secara tidak langsung gagasan berikut :
A. Sekumpulan pengaturan lingkungan yang direncanakan dan prosedur-prosedur, yaitu perusahaan dan semua manajemen serta stafnya menyadarinya.
B. Termasuk persyaratan legal dan juga tujuan manajemen.
C. Suatu penilaian apakah pengaturan yang direncanakan secara efektif dimplementasikan dan apakah mereka cocok untuk memenuhi kebijakan lingkungan perusahaan.


Mengapa audit lingkungan dilakukan ?
Ø Keinginan~ dewan direksi atau CEO untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan bertanggung jawab dan secara memadai menangani tanggung jawab lingkungannya.
Ø Inisiatif~ manajemen tingkat yang lebih rendah atau menengah untuk memperbaiki aktivitas pengelolaan lingkungan yang ada dan mengejar apa yang perusahaan lain sedang lakukan.
Ø Kejadian~ dari masalah atau kecelakaan lingkungan.
Ø Tanggapan~ terhadap suatu keinginan untuk mengantisipasi dan menghadapi masalah potensial.
Manfaat Audit Lingkungan
Dari definisi diatas dapat juga dimengerti apa manfaat dari audit lingkungan tersebut, antara lain adalah :
§ Untuk meningkatkan efektifitas manajemen dan rasa memperbaiki aktifitas pengelolaan lingkungan yang ada Audit lingkungan di Indonesia, Sesuai dengan GBHN 1993, sistem yang dianut dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Pembangunan yang dilakukan untuk mengolah sumber daya alam, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.”
§ Dasar hukum upaya pelestarian lingkungan hidup adalah Undang undang no 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup.
§ Pelaksanaan audit lingkungan hidup bersifat sukarela dan pemerintah tidak mewajibkan semua perusahaan melakukan audit lingkungan, namun pemerintah berhak melakukan pemeriksaaan.

TUJUAN DAN FUNGSI AUDIT LINGKUNGAN
Tujuan dan Fungsi Audit Lingkungan
Tujuan audit lingkungan sangatlah luas, tergantung sudut pandang yang kita lihat. Dibawah ini adalah pendapat para ahli terhadap tujuan audit lingkungan :
§ Menurut Grant Ledgerwood, Elizabeth Street, dan Riki Therivel, bahwa audit lingkungan mempunyai 3 tujuan yang luas, yaitu :
1. Ketaatan terhadap peraturan.
2. Bantuan untuk akuisisi dan penjualan aktiva.
3. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan.
§ Menurut The International Chamber of Commerce :
Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya.
§ Apabila beroperasi secara efektif, suatu sistem manajemen lingkungan korporat memberikan manajemen pengetahuan yaitu :
1. Perusahaan mentaati hukum dan peraturan lingkungan.
2. Kebijakan & prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi.
3. Risiko korporat yang berasal dari risiko lingkungan dinyatakan dan berada dibawah pengendalian.
4. Perusahaan mempunyai sumber daya dan staf yang tepat untuk pekerjaan lingkungan, menggunakan sumber daya tersebut, dan dapat mengendalikan masa depan suber daya tersebut.

Sistem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi yang saling berkaitan :
1. Perencanaan.
2. Pengorganisasian.
3. Menuntuk & mengarahkan.
4. Mengkomunikasikan.
5. Mengendalikan & menelaah.
Dengan fungsi manajemen lingkungan yang saling berkaitan tersebut dapat disimpulkan fungsi audit lingkungan,yaitu :
a. Upaya peningkatan pentaatan terhadap peraturan : misal baku mutu lingkungan.
b. Dokumen suatu usaha pelaksanaan :
• SOP (Prosedur Standar Operasi).
• Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan.
• Tanggap Darurat.
c. Jaminan menghindari kerusakan lingkungan.
d. Realisasi dan keabsahan prakiraan dampak dalam dokumen AMDAL.
e. Perbaikan penggunaan sumberdaya (penghematan bahan, minimasi limbah, identifikasi proses daur hidup).
Penyebab dari kondisi industri yang berisiko adalah :
1. Orang yang tidak memahami peraturan dan prosedur secara baik,sehingga tidak memperhatikan setiap detil pekerjaan.
2. Fasilitas fisik yang tidak memadai.
3. Sistem manajemen yang terbatas.
4. Prosedur yang tidak memadai, tidak sesuai atau kuno.
5. Kekuatan eksternal, seperti gempa bumi, angin topan/badai, kerusuhan / huru-hara, dan sabotase.
6. Tekanan internal yang bersaing (memperoleh laba sebanyak-banyaknya).


Prinsip Dasar Audit Lingkungan
Sebenarnya prinsip dalam audit lingkungan tergantung pelaksana atau auditor masing masing, akan tetapi disini terdapat prinsip yang mendasar yaitu adalah :
a. Karakteristik.
1. Metodologi Komprehensif.
2. Konsep pembuktian dan pengujian.
3. Pengukuran dan standar yang sesuai.
4. Laporan tertulis.

b. Kunci Keberhasilan.
1. Dukungan pihak pimpinan.
2. Keikutsertaan semua pihak.
3. Kemandirian dan obyektifiktas auditor.
4. Kesepakatan tentang tata laksana dan lingkup audit

Pelaksanaan Audit Lingkungan di Indonesia
l  Ketika melihat audit lingkungan, kadang terpikir ini adalah sebuah ruang untuk menjaga tetap berkualitasnya kondisi lingkungan hidup. Dalam pembelajaran, terlihat jelas bahwa audit lingkungan hanya merupakan sebuah kesukarelaan. Bahkan yang dibelajarkan adalah audit lingkungan dalam ISO 14000, bukan pada audit lingkungan yang termaktub dalam perundang-undangan negeri ini.
l  Kementerian Lingkungan Hidup sendiri telah mengeluarkan turunan UU mengenai audit lingkungan, yaitu KepMenLH No 30/2001 [p], juga sebelumnya pada KepMenLH No 42/1994.
l  Gaung Audit Lingkungan mulai menggema ketika WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) berpendapat bahwa sistem AMDAL yang ada sepatutnya dilengkapi dengan audit lingkungan.