Sabtu, 29 Desember 2012

BAHAN PEWARNA MAKANAN


Bahan pewarna makanan terbagi dalam dua kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna buatan. Di Indonesia, peraturan mengenai penggunaan zat pewarna yang diizinkan dan dilarang untuk pangan diatur melalui SK Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai bahan tambahan pangan. Akan tetapi seringkali terjadi penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang bahan pangan, misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit dipakai untuk mewarnai bahan pangan. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut. Timbulnya penyalahgunaan tersebut antara lain disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat mengenai zat pewarna untuk pangan, dan disamping itu harga zat pewarna untuk industry jauh lebih murah dibandingkan dengan harga zat pewarna untuk pangan. Hal ini disebabkan bea masuk zat pewarna untuk bahan pangan jauh lebih tinggi daripada zat pewarna bahan non pangan. Lagipula warna dari zat pewarna tekstil atau kulit biasanya lebih menarik.
Pewarna alami diperoleh dari tanaman ataupun hewan yang berupa pigmen. Beberapa pigmen alami yang banyak terdapat di sekitar kita antara lain: klorofil (terdapat pada daun-daun berwarna hijau), karotenoid (terdapat pada wortel dan sayuran lain berwarna oranye-merah). Umumnya, pigmen-pigmen ini bersifat tidak cukup stabil terhadap panas, cahaya, dan pH tertentu. Walau begitu, pewarna alami umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh (Anonim, 2008)
Pewarna buatan untuk makanan diperoleh melalui proses sintesis kimia buatan yang mengandalkan bahan-bahan kimia, atau dari bahan yang mengandung pewarna alami melalui ekstraksi secara kimiawi. Beberapa contoh pewarna buatan yaitu :

·                     Warna kuning : tartrazin, sunset yellow
·                     Warna merah : allura, eritrosin, amaranth.
·                     Warna biru : biru berlian
Tabel : Pembagian pewarna sintetis berdasarkan kemudahannya larut dalam air.
No
Pewarna Sintetis
Warna
Mudah larut di air
1
Rhodamin B
Merah
Tidak
2
Methanil Yellow
Kuning
Tidak
3
Malachite Green
Hijau
Tidak
4
Sunset Yelow
Kuning
Ya
5
Tatrazine
Kuning
Ya
6
Brilliant Blue
Biru
Ya
7
Carmoisine
Merah
Ya
8
Erythrosine
Merah
Ya
9
Fast Red E
Merah
Ya
10
Amaranth
Merah
Ya
11
Indigo Carmine
Biru
Ya
12
Ponceau 4R
Merah
Ya
Kelebihan pewarna buatan dibanding pewarna alami adalah dapat menghasilkan warna yang lebih kuat dan stabil meski jumlah pewarna yang digunakan hanya sedikit. Warna yang dihasilkan dari pewarna buatan akan tetap cerah meskipun sudah mengalami proses pengolahan dan pemanasan, sedangkan pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran pada saat diolah dan disimpan. Misalnya kerupuk yang menggunakan pewarna alami, maka warna tersebut akan segera pudar ketika mengalami proses penggorengan (Anonim, 2008).
Proses pembuatan zat warna sintetis biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat pewarna organic sebelum mencapai produk akhir,harus melalui suatu senyawa antara dulu yang kadang-kadang berbahaya dan sering kali tertinggal dalam hal akhir, atau berbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya. Untuk zat pewarna yang tidak boleh ada.
Zat warna yang akan digunakan harus menjalani pengujian dan prosedur penggunaannya, yang disebut proses sertifikasi. Proses sertifikasi ini meliputi pengujian kimia, biokimia, toksikologi, dan analisis media terhadap zat warna tersebut.

Sifat fisik bahan peledak


Sifat fisik bahan peledak merupakan suatu kenampakan nyata dari sifat bahan peledak ketika menghadapi perubahan kondisi lingkungan sekitarnya. Kenampakan nyata inilah yang harus diamati dan diketahui tanda-tandanya oleh seorang juru ledak untuk menjastifikasi suatu bahan peledak yang rusak, rusak tapi masih bisa dipakai, dan tidak rusak. Kualitas bahan peledak umumnya akan menurun seiring dengan derajat kerusakannya, artinya pada suatu bahan peledak yang rusak energi yang dihasilkan akan berkurang.
a. Densitas
Densitas secara umum adalah angka yang menyatakan perbandingan berat per volume. Pernyataan densitas pada bahan peledak dapat mengekspresikan  beberapa pengertian, yaitu:
(1)          Densitas bahan peledak adalah berat bahan peledak per unit volume dinyatakan dalam satuan gr/cc
(2)          Densitas pengisian (loading density) adalah berat bahan peledak per meter kolom lubang tembak (kg/m)
(3)          Cartridge count atau stick count adalah jumlah cartridge(bahan peledak berbentuk pasta yang sudah dikemas) dengan ukuran 1¼” x 8” di dalam kotak seberat 50 lb atau 140 dibagi berat jenis bahan peledak.
Densitas bahan peledak berkisar antara 0,6 – 1,7 gr/cc, sebagai contoh densitas ANFO antara 0,8 – 0,85 gr/cc. Biasanya bahan peledak yang mempunyai densitas tinggi akan menghasilkan kecepatan detonasi dan tekanan yang tinggi. Bila diharapkan fragmentasi hasil peledakan berukuran kecil-kecil diperlukan bahan peledak dengan densitas tinggi; bila sebaliknya digunakan bahan peledak dengan densitas rendah. Demikian pula, bila batuan yang akan diledakkan berbentuk massif atau keras, maka digunakan bahan peledak yang mempunyai densitas tinggi; sebaliknya pada batuan berstruktur atau lunak dapat digunakan bahan peledak dengan densitas rendah.
b. Sensitifitas
Sensitifitas adalah sifat yang menunjukkan tingkat kemudahan inisiasi bahan peledak atau ukuran minimal booster yang diperlukan. Sifat sensitif bahan peledak  bervariasi tergantung pada kompisisi kimia bahan peledak, diameter, temperature, dan tekanan ambient. Untuk menguji sensitifitas bahan peledak dapat digunakan cara yang sederhana yang disebut air gap test, sebagai berikut:
(1)          Siapkan 2 buah bahan peledak berbentuk cartridge berdiameter sama, misalnya “D”
(2)          Dekatkan kedua bahan peledak tersebut hingga berjarak 1,1 D, kemudian gabungkan keduanya menggunakan selongsong terbuat dari karton (lihat Gambar 2.1).
(3)          Pasang detonator No. 8 atau detonating cord 10 gr/m pada salah satu bahan peledak (disebut donor), kemudian ledakkan.
(4)          Apabila bahan peledak yang satunya lagi (disebut aseptor) turut meledak, maka dikatakan bahwa bahan peledak tersebut sensitif; sebaliknya, bila tidak meledak berarti bahan peledak tersebut tidak sensitif.
Gambar 2.1. Pengujian sensitifitas bahan peledak dengan cara air gap
Bahan peledak ANFO tidak sensitif terhadap detonator No. 8 dan untuk meledak-kannya diperlukan primer (yaitu booster yang sudah dilengkapi detonator No. 8 atau detonating cord 10 gr/m) di dalam lubang ledak. Oleh sebab itu ANFO disebut bahan peledak peka (sensitif) terhadap primer atau “peka primer”.
c. Ketahanan terhadap air (water resistance)
Ketahanan bahan peledak terhadap air adalah ukuran kemampuan suatu bahan peledak untuk melawan air disekitarnya tanpa kehilangan sensitifitas atau efisiensi. Apabila suatu bahan peledak larut dalam air dalam waktu yang pendek (mudah larut), berarti bahan peledak tersebut dikatagorikan mempunyai ketahanan terhadap air yang “buruk” atau poor, sebaliknya bila tidak larut dalam air disebut “sangat baik” atau excellent. Contoh bahan peledak yang mempunyai ketahanan terhadap air “buruk” adalah ANFO, sedangkan untuk bahan peledak jenis emulsi,watergel atau slurries dan bahan peledak berbentuk cartridge“sangat baik” daya tahannya terhadap air. Apabila di dalam lubang ledak terdapat air dan akan digunakan ANFO sebagai bahan peledaknya, umumnya digunakan selubung plastik khusus untuk membungkus ANFO tersebut sebelum dimasukkan ke dalam lubang ledak.
d. Kestabilan kimia (chemical stability)
Kestabilan kimia bahan peledak maksudnya adalah kemampuan untuk tidak berubah secara kimia dan tetap mempertahankan sensitifitas selama dalam penyimpanan di dalam gudang dengan kondisi tertentu. Bahan peledak yang tidak stabil, misalnya bahan peledak berbasis nitrogliserin atau NG-based explosives, mempunyai kemampuan stabilitas lebih pendek dan cepat rusak.
Faktor-faktor yang mempercepat ketidak-stabilan kimiawi antara lain panas, dingin, kelembaban, kualitas bahan baku, kontaminasi, pengepakan, dan fasilitas gudang bahan peledak. Tanda-tanda kerusakan bahan peledak dapat berupa kenampakan kristalisasi, penambahan viskositas, dan penambahan densitas. Gudang bahan peledak bawah tanah akan mengurangi efek perubahan temperature.
e. Karakteristik gas (fumes characteristics)
Detonasi bahan peledak akan menghasilkan fume, yaitu gas-gas, baik yang tidak beracun (non-toxic) maupun yang mengandung racun (toxic). Gas-gas hasil peledakan yang tidak beracun seperti uap air (H2O), karbondioksida (CO2), dan nitrogen (N2), sedangkan yang beracun adalah nitrogen monoksida (NO), nitrogen oksida (NO2), dan karbon monoksida (CO). Pada peledakan di tambang bawah tanah gas-gas tersebut perlu mendapat perhatian khusus, yaitu dengan sistem ventilasi yang memadai; sedangkan di tambang terbuka kewaspadaan ditingkat-kan bila gerakan angin yang rendah.
Diharapkan dari detonasi suatu bahan peledak komersial tidak menghasilkan gas-gas beracun, namun kenyataan di lapangan hal tersebut sulit dihindari akibat beberapa faktor berikut ini:
(1)          pencampuran ramuan bahan peledak yang meliputi unsur oksida dan bahan bakar (fuel) tidak seimbang, sehingga tidak mencapai zero oxygen balance,
(2)          letak primer yang tidak tepat,
(3)          kurang tertutup karena pemasangan stemming kurang padat dan kuat,
(4)          adanya air dalam lubang ledak,
(5)          sistem waktu tunda (delay time system) tidak tepat, dan
(6)          kemungkinan adanya reaksi antara bahan peledak dengan batuan (sulfida atau karbonat).
Fumes hasil peledakan memperlihatkan warna yang berbeda yang dapat dilihat sesaat setelah peledakan terjadi. Gas berwarna coklat-orange adalah fume dari gas NO hasil reaksi bahan peledak basah karena lubang ledak berair. Gas berwarna putih diduga kabut dari uap air (H2O) yang juga menandakan terlalu banyak air di dalam lubang ledak, karena panas yang luar biasa merubah seketika fase cair menjadi kabut. Kadang-kadang muncul pula gas berwarna kehitaman yang mungkin hasil pembakaran yang tidak sempurna.

KERTAS


Kertas adalah bahan nipis, rata yang dihasilkan oleh penekanan gentian. Biasanya gentian yang digunakan merupakan gentian semulajadi dan berasaskan selulosa. Bahan paling biasa digunakan adalah pulpa kayu daripada pokok kayu pulpa (kebanyakannya kayu lembut) seperti spruce, tetapi bahan gentian sayuran lain termasuk kapas, linen, dan hem boleh digunakan.
Timbunan 500 keping kertas dipanggil rim (ream). Tepi helaian kertas mampu bertindak sebagai gergaji halus dan nipis hingga menyebabkan luka.
Penyediaan gentian
Bahan yang digunakan bagi menghasilkan kertas dihancurkan menjadi pulpa, campuran gentian pekat terampai dalam cecair. Oleh kerana kebanyakan gentian ini dihasilkan dari sumber semulajadi, proses ini membabitkan langkah pembasuhan dan pengasingan. Apabila gentian telah dihasilkan, ia akan diluntur atau diwarnakan bagi menukar gambaran barangan akhir.
Dibentuk menjadi kepingan
Campuran pulpa kemudiannya dicairkan dengan air menjadikan ampaian cair. Ampaian cair ini ditapis melalui tapisan bergerak nipis untuk membentuk jaringan bergentian. Tera air boleh ditekan kepada kertas pada tahap ini. Jaringan bergerak ini ditekan dan dikeringkan menjadi golongan kertas panjang.
Dalam proses menggunakan acuan, sejumlah pulpa diletakkan dalam bentuk, dengan asas berjaring (atau sebarang peranti penapis lain), dengan itu gentian tertinggal selapis atas jaring dan air berlebihan akan dikeringkan. Pada masa ini, tekanan boleh digunakan bagi menghilangkan air melalui tindakan tekanan. Kertas kemudian boleh dikeluarkan daripada acuan semasa basah atau kering untuk diproses lebih lanjut.
Kebanyakan kertas dihasilkan dengan menggunakan proses berterusan (Fourdrinier) untuk membentuk gelungan atau jaringan. Apabila dikeringkan, jaringan berterusan ini boleh dipotong menjadi kepingan bersegi dengan memotongnya pada saiz yang diingini. Saiz kertas piawaian ditetapkan oleh badan penyelaras seperti Organisasi Piawaian Sejagat (International Organization for Standardization) (ISO).
Pengeringan
Kertas mungkin akan dikeringkan beberapa kali semasa pengilangan (kertas kering lebih kukuh berbanding kertas basah, dengan itu ia lebih baik untuk mengekalkan kertas kering untuk menghalang ia putus dan menghentikan baris pengeluaran). Kadangkala kertas masih putus di mana ia akan ditukar menjadi pulpa dan diproses semula.

Jumat, 28 Desember 2012

EFEK KERAMAS DENGAN AIR HANGAT


Setelah seharian beraktifitas pasti lelah dan keringat yang kita dapat oleh karena itu mandi merupakan salah satu pilihan orang untuk mengurangi rasa lelah dan menghilangkan keringat.karena faktor cuaca atau lainnya tidak jarang orang suka mandi dengan menggunakan air hangat. Mandi dengan kucuran air hangat tentu bisa membuat Anda merasa lebih segar. Apalagi, setelah seharian penuh melakukan aktivitas yang melelahkan.

Bahkan banyak para ahli mengatakan mandi dengan air hangat, baik untuk menyingkirkan nyeri otot dan juga menyegarkan suasana hati Anda. Selain itu dengan mandi menggunakan air hangat juga baik untuk kesehatan seperti meningkatkan kesehatan jantung, memperlancar peredaran darah dan membuat tidur lebih lelap. Tapi hati-hati bagi Anda yang sering berkeramas dengan air hangat. Terlalu sering rambut bersentuhan dengan air hangat, mahkota Anda pun bisa mengalami kerusakan.

Seperti diberitakan Boldsky, akan lebih baik melakukan mandi dan keramas dengan air hangat hanya di musim dingin. Dan, ada hal penting yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan mandi dan keramas dengan air hangat. 

Keramas dengan air hangat bisa merusak rambut

Sejumlah pakar rambut tidak menyarankan seserorang sering melakukan keramas dengan air hangat. Selain bisa merusak rambut, air hangat juga bisa meningkatkan suhu tubuh.

Tak hanya itu, air hangat yang digunakan untuk berkeramas, bisa membuka pori-pori rambut. Hal ini pun membuat rambut longgar di bagian akar. Air yang terlalu panas digunakan untuk berkeramas juga bisa membakar rambut. Anda harus memahami bahwa rambut terdiri dari keratin yang merupakan protein. Jadi jika Anda menyiram rambut Anda dengan air yang terlalu panas, maka protein di rambut Anda akan terdenaturasi atau terbakar.

Sampo dan air panas adalah kombinasi yang buruk

Perlu pula Anda ketahui, penggunaan sampo dengan air panas adalah kombinasi yang buruk. Bila Anda menggunakan sampo dan membilasnya dengan air hangat, ada pula kecenderungan membuat rambut mudah lepas dari akarnya. Dan bisa diumpamakan, menggunakan air panas atau hangat untuk rambut Anda, seperti menambahkan bensin ke dalam api. Rambut akan mudah rusak. Untuk itu, akan lebih baik, berkeramas menggunakan air dingin.

Menggunakan air panas pada rambut Anda setelah menerapkan kondisioner juga bisa dikatakan sebagai dosa. Ini bisa menyapu semua efek pelunakan kondisioner pada rambut Anda.

Jadi, untuk tetap mendapatkan manfaat mandi air hangat, akan lebih baik hanya digunakan untuk mencuci bagian tubuh, jangan digunakan untuk berkeramas.
Untuk meminimalisir dampak negatif dari bekeramas menggunakan air hangat yang pertama harus anda lakukan adalah kenali jenis rambut anda. Jika anda memiliki jenis rambut berminyak maka gunakan air hangat karena air hangat bisa membuka pori –pori kulit kepala sehingga baik untuk membersihkan kotoran dan minyak dari kulit kepala. tetapi jika jenis rambut yang anda miliki adalah jenis rambut kering maka gunakan air dingin untuk berkeramas karena air dingin dapat memudahkan kutikula rambut menyerap kelembaban dari kondisioner anda.

BERBAGAI MANFAAT PETIR


Tidak jarang kita mendengar petir apalagi dimusim hujan seperti sekarang ini.Petir adalah salah satu kejadian alam yang sangat indah namum juga bisa berbahaya bagi manusia. Cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul suara yang menggelegar yang disebut guruh. Petir terjadi Melalui suatu proses elektrifikasi di awan, muatan listrik statis terbentuk karena adanya gesekan antara udara panas dengan awan yang membawa partikel-partikel bermuatan dari sumber air laut maupun daerah industri. Proses charging ini terus menerus terjadi di awan selama masih ada beda tekanan udara, yang mengakibatkan udara panas terus bergerak menerabas awan.Bahaya yang ditimbulkan dari petir jika terkena manusia adalah selain bisa menyebabkan kematian juga bisa menyebabkan serangan jantung, tuli dan buta sementara. Biasanya petir menyambar kepala atau ke salah satu  telinga. Karena petir merupakan arus listrik yang tiba tiba hal ini bisa menyebabkan juga petir menyambar kulit tubuh manusia sehingga terbakar. Walaupun orang yang tersambar petir bisa selamat tetapi kebanyakan sarafnya rusak permanen.
Meskipun petir bisa menimbulkan kerusakan di bumi karena memiliki daya hancur yang tinggi tetapi petir memiliki manfaat yang sangat besar diantaranya :
1. Manfaat Petir untuk Memproduksi Ozon (O3)
bumi itu diselimuti oleh lapisan ozon. Lapisan ozon adalah sekumpulan udara di atmosfer yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan di bumi seperti sinar ultraviolet (UV) sehingga sinar UV yang sampai di bumi dalam jumlah yang tidak berbahaya. Hubunganya petir dengan lapisan ozon adalah bahwa lapisan ozon berperan membentuk lapisan ozon. Lapisan ozon merupakan senyawan O3. Petir berperan meicu terjadinya reaksi kimia dari O2 atau oksigen menjadi O3. Sederhanya tiga senyawa O2 akan pecah menjadi enam senyawa O dan akhirnya terbentu 2 senyawa O3. Proses tersebut tidak akan terjadi tanpa bantuan dari petir.

2. Manfaat Petir untuk Kesuburan Tanah
Manfaat lain yang ditimbulkan petir adalah bagi kesuburan tanah. Saat petir menyambar tidak hanya terjadi pembentukan lapisan ozon saja, tapi banyak terjadi reaksi-reaksi kimia lain antara udara dengan air hujan yang sedang turun. Misalnya nitrogen dengan air sehingga saat air sampai dibumi menjadikan tanah lebih subur karena mendapat pasokan nitrogen lebih banyak berupa unsur Hara. Sebagaimana diketahui, bahwa para petani menggunakan pupuk urea untuk membantu proses penyuburan tanah. Sebagai tambahan informasi, jenis pupuk tunggal berkadar Nitrogen 46%. Hal ini menunjukkan bahwa, Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam proses menyuburkan tanah. Dan gas Nitrogen N2 ini tersedia melimpah di udara dengan kandungan hingga 72% dari udara.

3. Petir bermanfaat untuk Membunuh Kuman dan Bakteri


Jumlah bakteri dan kuman yang ada disekitar kita sangat banyak sampai dengan jutaan. Apalagi jika kita berada di tempat yang merupakan sumber penyakit seperti sampah, rumah sakit, pabrik dan lain-lain. ketika terjadi Kilat dan sambaran petir di udara, akan membunuh kuman-kuman dan bakteri ini. Hal ini karena kilat dan sambaran petir merupakan aliran muatan listrik. Pada saat muatan listrik ini mengalir melesat di udara akan memanaskan udara disekitarnya.
Oleh karena itu, saat terjadi hujan disertai dengan kilat dan petir yang menggelegar, juga sedang terjadi proses pembersihan udara dari kandungan kuman dan bakteri yang melayang, disebabkan oleh plasma petir yang sangat tinggi. Setelah hujan reda, petir sudah selesai, maka udara akan terasa nyaman. Coba kita rasakan dengan seksama, karena apa yang terjadi di sekitar kita termasuk hujan dan petir, pasti ada manfaat yang sangat besar, dibalik ancaman yang sangat menakutkan.

Minggu, 23 Desember 2012

RANGKUMAN BUAVITA


Sumber nutrisi
—  Sebuah fakta menyebutkan 6 dari 10 orang Indonesia kurang
    mengonsumsi buah untuk kecukupan nutrisi setiap hari
   
    Kurangnya asupan buah dalam tubuh, mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan vitamin yang dibutuhkan. Misalnya
    kekurangan Vitamin C menyebabkan gangguan kesehatan kulit, gusi, gigi, dan persendian
   
    Kesibukan yang tinggi serta waktu yang terbatas merupakan alasan orang- orang kurang memperhatikan asupan buah- buahan.
3 kategori minuman buah yang ada di Indonesia
—  Sari buah: mengandung minimal 80% juice content, dan minuman sari buah mengandung minimal 35% juice content. Bagi mereka yang sibuk dan ingin mendapatkan manfaat buah dengan cara yang praktis, minuman inilah yang menjadi
    pilihan
—  Minuman rasa buah: mengandung minimal 10% juice content. Minuman ini seketika dapat menghilangkan dahaga dan rasanya menyegarkan, namun kandungan buahnya lebih sedikit dibanding sari buah
Manfaat buah – buahan
—  Buah mangga diantaranya mengandung Vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi dan membantu sistim imun tubuh
—  Jambu mengandung beta-carotene sebagai precursor Vitamin A yang dapat membantu menjaga kondisi kulit, membantu menjaga daya tahan tubuh, dan baik untuk kesehatan mata
—  Jeruk dapat membantu cegah dehidrasi karena kandungan air dan vitamin C yang tinggi dan membuat segar sepanjang hari
—  Anggur mengandung 80% air sehingga membuat camilan yang baik dan rendah kalori
—  dan Apel mengandung serat, vitamin dan mineral yang bagus untuk membantu mempertahankan tubuh tetap ideal
Proses pembuatan :
—  Diproses dengan teknologi UHT dan dikemas secara aseptic sehingga kualitas rasa dan kandungan gizi Buavita tetap terjaga .
—  Sebelum buah-buah segar diproses, kami melakukan serangkaian uji dan tes laboratorium untuk memastikan hanya buah berkualitas terbaik yang digunakan. Buavita Jus Jeruk dan Apel kemasan 1 liter adalah 100% jus buah asli tanpa tambahan gula. Jus Buavita lalu diproses dengan sterilisasi UHT (Ultra High Temperature), dimana jus dipanaskan pada suhu tinggi 95oC – 120oC (tergantung pada tingkat kemasaman jus) selama 4 detik saja untuk mematikan semua bakteri
Pengemasan :
—  kemasan pack dan botol praktis yang amat cocok untuk konsumsi di luar rumah
—  Jus  ini dikemas terlebih dahulu baru disterilisasi pada suhu tertentu yakni sekitar 121,10C. Sterilisasi ini (batch sterilization) memiliki banyak kekurangan diantaranya warnanya menjadi lebih cokelat, nilai gizi turun dan lebih beraroma pemasakan. Sehingga jika konsumen menemukan jus yang terkontaminasi secara kimia akan berhubungan dengan rusaknya struktur jus yang menjadikan bahaya bagi pengkonsumsinya serta kandungan bahan asing (sengaja atau tidak) yang tidak standar akan menyebabkan kontaminasi secara kimia yang akan baru diketahui saat produk telah dikemas 

INDUSTRI PUPUK


Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. 
Sebelum diperkenal pupuk kimia kepada masyarakat, kompos telah menjadi kebutuhan dan incaran petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Kini para petani lebih menyukai pupuk kimia dibandingkan kompos.
Petani beralasan pupuk kimia mempunyai kandungan unsur hara yang baik dan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
-. Sedangkan kompos, menurut mereka, tidak mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Bahkan beberapa petani menggunakan pupuk kimia secara berlebihan.
Penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian meningkatkan kuantitas pada tahun pertama.
Memang benar, pupuk kimia mengandung unsur hara dan nutrisi lebih banyak dibandingkan kompos.
Pupuk kimia terbukti tidak mampu memperbaiki kondisi tanah. Sedangkan kompos, meskipun mengandung unsur hara yang lebih sedikit dari pada pupuk kimia, namun dapat memperbaiki kondisi tanah dan menjaga fungsi tanah agar unsur hara yang terkandung dalam tanah lebih mudah diserap oleh tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan pupuk kimia mengandung radikal bebas dan berbahaya bagi manusia karena dapat mengendap didalam buah yang dihasilkan. Sebagian pupuk kimia yang tidak diserap oleh tanaman juga akan menumpuk ditanah dan tidak dapat diuraikan oleh air. Kondisi seperti ini menjadikan tanah tidak produtif. Akibatnya mikroorganisme yang bertugas menggemburkan tanah tidak akan beraktivitas ditanah tersebut.
Mikroorganisme yang ada didalam tanah lebih menyukai kompos dibandingkan pupuk kimia. Kondisi kompos yang alami memudahkan mikroorganisme didalam tanah untuk berkembang dan beraktivitas.
Hasil penelitian juga mengungkapkan kompos mampu menetralkan pH tanah. Tanaman lebih mudah menyerap unsur hara pada kondisi pH tanah yang netral (pH=7). Kondisi seperti ini tidak mampu dilakukan dengan penggunaan pupuk kimia semata.