Kamis, 02 Mei 2013

REVOLUSI HIJAU


Revolusi hijau adalah suatu istilah untuk menggambarkan sebuah transformasi agrikultural yang membawa peningkatan produksi secara signifikan di banyak negara berkembang sekitar tahun 1940-1960.
Istilah Revolusi Hijau digunakan pertama kali tahun 1968 oleh mantan Direktur USAID, William Gaud
menyatakan, ” Pertumbuhan yang cepat dari bibit gandum dan beras terbaru di seluruh Asia dan perkembangan lainnya di bidang agrikultur mengandung makna sebuah revolusi baru
Awalnya Revolusi hijau Di Mexico pada tahun 1943 dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan industri Pemerintah Mexico melakukan pengembangan infrastruktur di daerah pedesaan dan mengadopsi varietas bibit unggul. Usaha ini membuahkan hasil, yakni pada tahun 1951 Mexico telah dapat berswasembada gandum dan bahkan mengekspornya kemudian. mendorong The Rockefeller Foundation membawa Revolusi Hijau ini ke India, kemudian ke Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Filipina, Amerika Latin, dan Negara-negara lain di Asia dan Afrika.
Dampak Revolusi Hijau
Positif :
          mampu meningkatkan produksi pangan
          mencegah terjadinya bahaya kelaparan
          telah mampu memberi makan bermilyar orang di seluruh dunia

Negatif :
          produktifitas lahan akan menurun
          mengganggu kesehatan dan menyebabkan kerusakan lingkungan
          ketergantungan petani terhadap asupan luar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar